07 Mei 2010

Belajar Jaringan - RADIUS (part 4)


Ada beberapa free RADIUS server, yaitu:
1. FreeRADIUS
SUSE Linux 9.0 ternyata sudah mempunyai paket RADIUS server yang terdiri dari:
1. Big Sister
Paket ini merupakan Big Sister plug-in untuk pemonitoran sebuah RADIUS server.
2. FreeRADIUS
Paket ini merupakan RADIUS server.
3. freeradius-devel
Paket ini berisi file-file untuk pengembangan FreeRADIUS
4. pam_radius
Pam_radius adalah suatu modul PAM yang digunakan untuk autentikasi pengguna pada RADIUS server.
5. radiusclient
RADIUS client memberikan beberapa program untuk proses autentikasi
melalui RADIUS server.
6. radiusd-livingston
Radiusd-livingston adalah RADIUS server dari Lucent Technologies

FreeRADIUS merupakan salah satu paket program yang terdapat di SUSE Linux 9.0, maka proses instalasinya relatif lebih mudah. Karena paket freeRADIUS bukan termasuk paket default yang otomatis terinstal apabila kita menginstal SUSE Linux 9.0, maka instalasinya harus dilakukan secara manual. Langkahlangkah proses instalasi paket freeRADIUS yang terdapat pada SUSE Linux 9.0
adalah sebagai berikut:
1. Kita dapat menggunakan program YaST. Ada dua cara untuk menjalankan
program YaST, cara pertama : Start Menu → System → YaST, apabila
kita login sebagai pengguna biasa (bukan super user),maka akan muncul
window yang meminta password root. Sedangkan cara yang kedua adalah
melalui konsole dan harus login sebagai root, kemudian ketik yast. Apabila
window YaST Control Center sudah muncul, pada menu sebelah kiri pilih
Software, kemudian pilih Install and Remove Software. Agar tidak terlalu
binggung, kita dapat menggunakan fasilitas search untuk mencari paket
RADIUS, pada menu filter pilih search, ketik radius pada kolom isian,
tekan enter, maka akan muncul paket-paket RADIUS seperti yang telah
disebutkan diatas.
2. Pilih paket yang ingin kita instal.
3. Tekan tombol accept apabila sudah selesai memilih paket yang akan
diinstal.
Untuk lebih memperjelas proses instalasi freeRADIUS di SUSE Linux 9.0 diatas,
lihat Gambar 4 dibawah ini.

Gambar 4 YaST
Apabila kita telah memilih freeRADIUS sebagai RADIUS server, maka kita tidak
boleh memilih radiusd-livingston sebagai RADIUS server dan begitu juga
sebaliknya. Apabila kita memilih freeRADIUS dan radiusd-livingston bersamasama,
maka pada saat kita menekan tombol accept akan keluar window yang
berisi peringatan bahwa ada konflik. Untuk menghindari konflik tersebut, maka
kita harus memilih salah satu dari freeRADIUS dan radiusd-livingston yang akan
digunakan sebagai RADIUS server.
Dibawah ini merupakan cuplikan dari file /etc/raddb/users, file ini perlu diubah
dengan cara menghilangkan tanda “#“ pada baris-baris yang berisi konfigurasi.
# This is a complete entry for "steve". Note that there is no Fall-Through
# entry so that no DEFAULT entry will be used.
#
steve Auth-Type = Local, Password = "testing"
Service-Type = Framed-User,
Framed-Protocol = PPP,
Framed-IP-Address = 172.16.3.33,
Framed-IP-Netmask = 255.255.255.255,
Framed-Routing = Broadcast-Listen,
Framed-Filter-Id = "std.ppp",
Framed-MTU = 1500,
Framed-Compression = Van-Jacobson-TCP-IP
Untuk menjalankan freeRADIUS dari konsole gunakan perintah: radiusd , dan
untuk memastikan bahwa radiusd sudah berjalan, ketik ps –ax. Apabila ada
radiusd dalam daftar proses yang sedang berjalan, maka RADIUS server sudah
dapat digunakan.
Uji coba untuk mengetahui apakah RADIUS server yang kita instal tadi sudah
berjalan dengan baik atau tidak, dapat dilakukan dengan menggunakan perintah
radtest. Aturan pemakaian radtest harus menurut skript dibawah ini:
radtest user passwd radius-server[:port] nas-port-number secret [ppphint] [nasname]
Dari file /etc/raddb/users diatas, kita dapat menggunakan user “steve” dan
password “testing”. Perintah radtest diatas menjadi:
linux:/home/agungws # radtest steve testing localhost:1812 10 testing123
Pada RADIUS server akan muncul:
Sending Access-Request of id 125 to 127.0.0.1:1812
User-Name = "steve"
User-Password = "testing"
NAS-IP-Address = linux
NAS-Port = 10
rad_recv: Access-Accept packet from host 127.0.0.1:1812, id=125, length=71
Service-Type = Framed-User
Framed-Protocol = PPP
Framed-IP-Address = 172.16.3.33
Framed-IP-Netmask = 255.255.255.255
Framed-Routing = Broadcast-Listen
Filter-Id = "std.ppp"
Framed-MTU = 1500
Framed-Compression = Van-Jacobson-TCP-IP

Dari file diatas dapat kita lihat ada kata Access-Accept, yang berarti permintaan
client telah diterima oleh RADIUS server. Sedangkan apabila permintaan client
ditolak oleh RADIUS server maka akan muncul kata Access-Reject.

Belajar Jaringan - RADIUS (part 3)


MEKANISME AUTENTIKASI

Tujuan standar 802.1x IEEE adalah untuk menghasilkan kontrol akses,
autentikasi, dan manajemen kunci untuk wireless LANs. Standar ini berdasarkan
pada Internet Engineering Task Force (IETF) Extensible Authentication Protocol
(EAP), yang ditetapkan dalam RFC 2284. Standar 802.1x IEEE juga mendukung
beberapa metode autentikasi, seperti smart cards, password yang hanya bisa
digunakan oleh satu pengguna pada satu waktu, dan yang lebih baik lagi adalah
biometrics.
802.1x terdiri dari tiga bagian, yaitu wireless node (supplicant), access point
(autentikator), autentikasi server. Autentikasi server yang digunakan adalah
Remote Authentication Dial-In Service (RADIUS) server dan digunakan untuk
autentikasi pengguna yang akan mengakses wireless LAN. EAP adalah protokol
layer 2 yang menggantikan PAP dan CHAP.

Gambar 2 Mekanisme Autentikasi menggunakan RADIUS server [4]
Penjelasan Gambar 2:
1. Wireless Node (WN) / Supplicant meminta akses ke wireless network,
Access Point (AP) akan menanyakan identitas Supplicant. Tidak ada trafik
data selain EAP yang diperbolehkan sebelum Supplicant terautentikasi.
Access point bukanlah sebuah autentikator, tetapi access point berisi
autentikator.
2. Setelah nama-pengguna dan password dikirim, proses autentikasi dimulai.
Protokol yang digunakan antara Supplicant dan Autentikator adalah EAP,
atau EAP Protocol over LAN (EAPoL). Autentikator mengenkapsulasi
kembali pesan EAP kedalam format RADIUS, dan mengirimnya ke
RADIUS server. Selama proses autentikasi, autentikator hanya
menyampaikan paket antara Supplicant dan RADIUS server. Setelah
proses autentikasi selesai, RADIUS server mengirimkan pesan sukses
(atau gagal, apabila proses autentikasinya gagal.)
3. Apabila proses autentikasi sukses, Supplicant diperbolehkan untuk
mengakses wireless LAN dan/atau internet.
Pemfilteran alamat MAC
Pengguna wireless LAN dapat difilter berdasarkan alamat MAC wireless card
yang dimiliki pengguna. Hampir semua access point telah mempunyai fitur
pemfilter alamat MAC. Administrator jaringan dapat memprogram access point,
program ini yang berisi daftar alamat-alamat MAC yang dapat mengakses access
point tersebut. Memprogram access point untuk memasukkan alamat-alamat
MAC akan sangat merepotkan, terutama apabila jumlah alamat MAC yang ingin
terhubung ke access point sangat banyak. Pemfilteran alamat MAC dapat
diimplementasikan pada RADIUS server, alamat MAC beserta identitas pengguna
dimasukkan ke dalam RADIUS server. Hal ini tentu akan mempermudah
administrator untuk mengelola wireless LAN.

Gambar 3 Pemfilteran alamat MAC dengan menggunakan RADIUS Server [7]
Berikut ini penjelasan dari Gambar 3 mengenai pemfilteran alamat MAC dengan
RADIUS server:
1. Client (Wireless Node) meminta akses ke Access Point (AP).
2. AP meneruskan permintaan client ke RADIUS Server, di RADIUS Server
alamat MAC client diperiksa apakah ada di database.
3. RADIUS memberikan tanggapan ke AP, apabila autentikasi di RADIUS
Server berhasil maka client diperbolehkan untuk mengakses AP, dan
apabila gagal maka client tidak diijinkan untuk mengakses AP tersebut.
Autentikasi menggunakan RADIUS Server yang dibarengi dengan pemfilteran
alamat MAC diharapkan dapat menambah keamanan wireless LAN dari orangorang
yang tidak mempunyai hak akses ke wireless LAN. Sistem ini cocok
diterapkan di suatu instansi, baik itu swasta maupun pemerintahan. Karena alamat
MAC yang dapat mengakses wireless LAN dibatasi, maka sistem ini kurang
cocok apabila diterapkan pada hotspot yang terpasang di tempat-tempat umum,
seperti kafe, mal, bandara. Alasan orang menggunakan hotspot yang berada di
tempat-tempat umum adalah karena kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi
wireless. Apabila sistem ini diterapkan pada hotspot yang terdapat di tempattempat
umum, ada kemungkinan para pelanggan yang menggunakan hotspot tidak
tertarik lagi karena merasa repot.
bersambung ke part 4..

06 Mei 2010

Belajar Jaringan - RADIUS (part 2)


Konsep kerja radius sebagai berikut :

RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service), adalah suatu metode standar (protokol) yang mengatur komunikasi antara NAS dengan AAA server. Dalam hal ini server AAA yang digunakan dapat juga disebut sebagai server RADIUS, dan paket-paket data yang terlibat dalam komunikasi antara keduanya disebut sebagai paket RADIUS.

Ketika NAS menerima permintaan koneksi dari user, NAS akan mengirimkan informasi yang diperolehnya dari user ke server RADIUS. Berdasarkan informasi tersebut, server RADIUS akan mencari dan mencocokkan informasi mengenai user tersebut pada databasenya, baik internal, eksternal, maupun server RADIUS lain. Jika terdapat informasi yang cocok, server RADIUS akan mengizinkan user tersebut untuk menggunakan jaringan. Jika tidak, maka user tersebut akan ditolak. Berdasarkan informasi ini, NAS memutuskan apakah melanjutkan atau memutuskan koneksi dengan user. Selanjutnya, NAS mengirimkan data ke server RADIUS untuk mencatat semua kegiatan yang dilakukan user dalam jaringan.

Server RADIUS dan NAS berkomunikasi melalui paket-paket RADIUS. Paket-paket RADIUS ini memiliki format sesuai dengan yang ditentukan oleh IETF melalui dokumen RFC 2865 mengenai RADIUS, dan RFC 2866 mengenai RADIUS accounting. Paket-paket RADIUS dikirimkan oleh NAS dan server RADIUS berdasarkan pola request/response : NAS mengirimkan request dan menerima response dari server RADIUS. Jika NAS tidak menerima response dari server atas suatu request, NAS dapat mengirimkan kembali paket request secara periodik sampai dicapai suatu masa timeout tertentu, dimana NAS tidak lagi mengirimkan request kepada server, dan menyatakan bahwa server sedang down/tidak aktif. Setiap paket memiliki fungsi tersendiri, apakah untuk authentication atau untuk accounting. Setiap paket RADIUS dapat menyertakan nilai-nilai tertentu yang disebut atribut (attributes). Atribut-atribut ini bergantung pada jenis paket (authentication atau accounting), dan jenis NAS yang digunakan. Informasi detail mengenai format paket dan nilai-nilai dari masing-masing field dalam paket RADIUS dapat dilihat pada RFC 2865 dan RFC 2866.

Fungsi authentication dilakukan melalui field-field pada paket access-request. Fungsi authorization dilakukan melalui atribut-atribut pada paket access-accept. Fungsi accounting dilakukan melalui atribut-atribut pada paket-paket accounting (paket start, stop, on, off, dll).

Keamanan pada komunikasi antara NAS dengan server RADIUS dijamin dengan digunakannya konsep shared secret. Shared secret merupakan rangkaian karakter alfanumerik unik yang hanya diketahui oleh server RADIUS dan NAS, dan tidak pernah dikirimkan ke jaringan. Shared secret ini digunakan untuk mengenkripsi informasi-informasi kritis seperti user password. Enkripsi dilakukan dengan cara melewatkan shared secret yang diikuti dengan request authenticator (field pada paket access request dari NAS yang menandakan bahwa paket tersebut merupakan paket access request) pada algoritma MD5 satu arah, untuk membuat rangkaian karakter sepanjang 16 oktet, yang kemudian di-XOR-kan dengan password yang dimasukkan oleh user. Hasil dari operasi ini ditempatkan pada atribut User-Password pada paket access request. Karena shared secret ini hanya diketahui oleh NAS dan server RADIUS, dan tidak pernah dikirimkan ke jaringan, maka akan sangat sulit untuk mengambil informasi user-password dari paket access request tersebut.

NAS dan server RADIUS terhubung melalui jaringan TCP/IP. Protokol yang digunakan adalah UDP (User Datagram Protocol), dan menggunakan port 1812 untuk authentication, dan port 1813 untuk accounting.

Belajar Jaringan - RADIUS (part 1)


Remote Authentication Dial-In User Service (sering disingkat menjadi RADIUS) adalah sebuah protokol keamanan komputer yang digunakan untuk melakukan autentikasi, otorisasi, dan pendaftaran akun pengguna secara terpusat untuk mengakses jaringan. RADIUS didefinisikan di dalam RFC 2865 dan RFC 2866, yang pada awalnya digunakan untuk melakukan autentikasi terhadap akses jaringan secara jarak jauh dengan menggunakan koneksi dial-up. RADIUS, kini telah diimplementasikan untuk melakukan autentikasi terhadap akses jaringan secara jarak jauh dengan menggunakan koneksi selain dial-up, seperti halnya Virtual Private Networking (VPN), access point nirkabel, switch Ethernet, dan perangkat lainnya.

Radius banyak dipakai oleh Provider dan ISP internet untuk authentikasi dan billingnya. Radius juga bisa dipakai oleh jaringan RT/RW-Net untuk authentikasi para penggunanya dan untuk mengamankan jaringan RT/RW-Net yang ada. Di indonesia sudah ada service radius, namun berbayar seperti indohotspot.net . Ada juga service yang tidak berbayar, dan dikelola oleh luar negeri seperti chillidog.org Selain lebih menghemat budget, dan juga menghemat biaya maintenance, sistem Radius yang di host di internet merupakan salah satu solusi murah untuk para penggagas sistem HotSpot.

Beberapa alasan pemilihan RADIUS server untuk sistem autentikasi adalah
sederhana, efisien, dan mudah diimplementasikan. RADIUS server akan
mempermudah tugas administrator untuk mengelola wireless LAN, karena sistem
ini merupakan suatu sistem administrasi yang terpusat. Fitur RADIUS server yang
lain adalah RADIUS server dapat digunakan untuk memfilter alamat MAC dari
wireless card yang dimiliki oleh pengguna, alamat MAC beserta identitas
pengguna dimasukkan ke dalam database yang terdapat di RADIUS server.


RADIUS menjalankan sistem administrasi pengguna yang terpusat, sistem ini
akan mempermudah tugas administrator. Dapat kita bayangkan berapa banyak
jumlah pelanggan yang dimiliki oleh sebuah ISP, dan ditambah lagi dengan
penambahan pelanggan baru dan penghapusan pelanggan yang sudah tidak
berlangganan lagi. Apabila tidak ada suatu sistem administrasi yang terpusat,
maka akan merepotkan administrator dan tidak menutup kemungkinan ISP akan
merugi atau pendapatannya berkurang. Dengan sistem ini pengguna dapat
menggunakan hotspot di tempat yang berbeda-beda dengan melakukan autentikasi
ke sebuah RADIUS server.
RADIUS merupakan suatu protokol yang dikembangkan untuk proses AAA
(authentication, authorization, and accounting.)
Berikut ini adalah RFC (Request For Comment) yang berhubungan dengan
RADIUS [2]:
• RFC2865 : Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)
• RFC 2866 : RADIUS Accounting
• RFC 2867 : RADIUS Accounting for Tunneling
• RFC 2868 : RADIUS Authentication for Tunneling
• RFC2869 : RADIUS Extensions
• RFC 3162 : RADIUS over IP6
• RFC 2548 : Microsoft Vendor-Specific RADIUS Attributes
Pada awal pengembangannya, RADIUS menggunakan port 1645, yang ternyata
bentrok dengan layanan “datametrics”. Sekarang, port yang dipakai RADIUS
adalah port 1812 [3].
Struktur Paket Data RADIUS

Struktur paket data RADIUS pada Gambar 1 terdiri dari lima bagian, yaitu:
1. Code
Code memiliki panjang adalah satu oktet, digunakan untuk membedakan tipe
pesan RADIUS yang dikirimkan pada paket. Kode-kode tersebut (dalam
desimal) ialah:
1 Access-Request
2 Access-Accept
3 Access-Reject
4 Accounting-Request
5 Accounting-Response
11 Access-Challenge
12 Status-Server
13 Status-Client
255 Reserved
2. Identifier
Memiliki panjang satu oktet, bertujuan untuk mencocokkan permintaan.
3. Length
Memiliki panjang dua oktet, memberikan informasi mengenai panjang paket.
4. Authenticator
Memiliki panjang 16 oktet, digunakan untuk membuktikan balasan dari
RADIUS server, selain itu digunakan juga untuk algoritma password.
5. Attributes
Berisikan informasi yang dibawa pesan RADIUS, setiap pesan dapat
membawa satu atau lebih atribut. Contoh atribut RADIUS: nama pengguna,
password, CHAP-password, alamat IP access point(AP), pesan balasan. 

24 Maret 2010

Avira 10 Siap Diunduh

Versi 10 Avira AntiVir kini siap diunduh. Selain merombak tampilan, perusahaan antivirus asal Jerman ini juga hadir dengan jurus keamanan terbaru.

Pada peluncurannya kali ini pengguna tak hanya bisa mencicipi antivirus gratis dengan Avira AntiVir Personal, namun juga Avira AntiVir Professional, dan Avira Premium Security Suite.

Kata Pak Dirk Knop, Avira Technical Editor, pengguna Avira nantinya dapat bergabung dengan komunitas Avira, dan mengirim sampel file asing berbahaya untuk diteliti lebih lanjut.
Versi terbaru dari Avira AntiVir ini memiliki fitur baru yang memungkinkan kemampuan Generic Repair. Dengan kemampuan tersebut, Avira tak hanya menghapus virus, trojan atau malware, namun juga memperbaiki kerusakan akibat malware tersebut.

Kata Pak Dirk juga proses instalasi hanya berjalan dengan tiga kali klik saja. Selain dua fitur tersebut, Avira juga memiliki fitur parental control yang sebaiknya dimanfaatkan para orangtua, untuk memantau aktivitas anak-anak mereka di internet.





Bagi yang berminat dapat mengunduh ketiga versi Avira pada link berikut:
- Avira AntiVir Personal 
- Avira Premium Security Suite
- Avira AntiVir Professional 10 

Dikutip dari detikInet (24/03/2010)

15 Februari 2010

Unduhan

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger