06 Mei 2010

Belajar Jaringan - RADIUS (part 2)


Konsep kerja radius sebagai berikut :

RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service), adalah suatu metode standar (protokol) yang mengatur komunikasi antara NAS dengan AAA server. Dalam hal ini server AAA yang digunakan dapat juga disebut sebagai server RADIUS, dan paket-paket data yang terlibat dalam komunikasi antara keduanya disebut sebagai paket RADIUS.

Ketika NAS menerima permintaan koneksi dari user, NAS akan mengirimkan informasi yang diperolehnya dari user ke server RADIUS. Berdasarkan informasi tersebut, server RADIUS akan mencari dan mencocokkan informasi mengenai user tersebut pada databasenya, baik internal, eksternal, maupun server RADIUS lain. Jika terdapat informasi yang cocok, server RADIUS akan mengizinkan user tersebut untuk menggunakan jaringan. Jika tidak, maka user tersebut akan ditolak. Berdasarkan informasi ini, NAS memutuskan apakah melanjutkan atau memutuskan koneksi dengan user. Selanjutnya, NAS mengirimkan data ke server RADIUS untuk mencatat semua kegiatan yang dilakukan user dalam jaringan.

Server RADIUS dan NAS berkomunikasi melalui paket-paket RADIUS. Paket-paket RADIUS ini memiliki format sesuai dengan yang ditentukan oleh IETF melalui dokumen RFC 2865 mengenai RADIUS, dan RFC 2866 mengenai RADIUS accounting. Paket-paket RADIUS dikirimkan oleh NAS dan server RADIUS berdasarkan pola request/response : NAS mengirimkan request dan menerima response dari server RADIUS. Jika NAS tidak menerima response dari server atas suatu request, NAS dapat mengirimkan kembali paket request secara periodik sampai dicapai suatu masa timeout tertentu, dimana NAS tidak lagi mengirimkan request kepada server, dan menyatakan bahwa server sedang down/tidak aktif. Setiap paket memiliki fungsi tersendiri, apakah untuk authentication atau untuk accounting. Setiap paket RADIUS dapat menyertakan nilai-nilai tertentu yang disebut atribut (attributes). Atribut-atribut ini bergantung pada jenis paket (authentication atau accounting), dan jenis NAS yang digunakan. Informasi detail mengenai format paket dan nilai-nilai dari masing-masing field dalam paket RADIUS dapat dilihat pada RFC 2865 dan RFC 2866.

Fungsi authentication dilakukan melalui field-field pada paket access-request. Fungsi authorization dilakukan melalui atribut-atribut pada paket access-accept. Fungsi accounting dilakukan melalui atribut-atribut pada paket-paket accounting (paket start, stop, on, off, dll).

Keamanan pada komunikasi antara NAS dengan server RADIUS dijamin dengan digunakannya konsep shared secret. Shared secret merupakan rangkaian karakter alfanumerik unik yang hanya diketahui oleh server RADIUS dan NAS, dan tidak pernah dikirimkan ke jaringan. Shared secret ini digunakan untuk mengenkripsi informasi-informasi kritis seperti user password. Enkripsi dilakukan dengan cara melewatkan shared secret yang diikuti dengan request authenticator (field pada paket access request dari NAS yang menandakan bahwa paket tersebut merupakan paket access request) pada algoritma MD5 satu arah, untuk membuat rangkaian karakter sepanjang 16 oktet, yang kemudian di-XOR-kan dengan password yang dimasukkan oleh user. Hasil dari operasi ini ditempatkan pada atribut User-Password pada paket access request. Karena shared secret ini hanya diketahui oleh NAS dan server RADIUS, dan tidak pernah dikirimkan ke jaringan, maka akan sangat sulit untuk mengambil informasi user-password dari paket access request tersebut.

NAS dan server RADIUS terhubung melalui jaringan TCP/IP. Protokol yang digunakan adalah UDP (User Datagram Protocol), dan menggunakan port 1812 untuk authentication, dan port 1813 untuk accounting.

Belajar Jaringan - RADIUS (part 1)


Remote Authentication Dial-In User Service (sering disingkat menjadi RADIUS) adalah sebuah protokol keamanan komputer yang digunakan untuk melakukan autentikasi, otorisasi, dan pendaftaran akun pengguna secara terpusat untuk mengakses jaringan. RADIUS didefinisikan di dalam RFC 2865 dan RFC 2866, yang pada awalnya digunakan untuk melakukan autentikasi terhadap akses jaringan secara jarak jauh dengan menggunakan koneksi dial-up. RADIUS, kini telah diimplementasikan untuk melakukan autentikasi terhadap akses jaringan secara jarak jauh dengan menggunakan koneksi selain dial-up, seperti halnya Virtual Private Networking (VPN), access point nirkabel, switch Ethernet, dan perangkat lainnya.

Radius banyak dipakai oleh Provider dan ISP internet untuk authentikasi dan billingnya. Radius juga bisa dipakai oleh jaringan RT/RW-Net untuk authentikasi para penggunanya dan untuk mengamankan jaringan RT/RW-Net yang ada. Di indonesia sudah ada service radius, namun berbayar seperti indohotspot.net . Ada juga service yang tidak berbayar, dan dikelola oleh luar negeri seperti chillidog.org Selain lebih menghemat budget, dan juga menghemat biaya maintenance, sistem Radius yang di host di internet merupakan salah satu solusi murah untuk para penggagas sistem HotSpot.

Beberapa alasan pemilihan RADIUS server untuk sistem autentikasi adalah
sederhana, efisien, dan mudah diimplementasikan. RADIUS server akan
mempermudah tugas administrator untuk mengelola wireless LAN, karena sistem
ini merupakan suatu sistem administrasi yang terpusat. Fitur RADIUS server yang
lain adalah RADIUS server dapat digunakan untuk memfilter alamat MAC dari
wireless card yang dimiliki oleh pengguna, alamat MAC beserta identitas
pengguna dimasukkan ke dalam database yang terdapat di RADIUS server.


RADIUS menjalankan sistem administrasi pengguna yang terpusat, sistem ini
akan mempermudah tugas administrator. Dapat kita bayangkan berapa banyak
jumlah pelanggan yang dimiliki oleh sebuah ISP, dan ditambah lagi dengan
penambahan pelanggan baru dan penghapusan pelanggan yang sudah tidak
berlangganan lagi. Apabila tidak ada suatu sistem administrasi yang terpusat,
maka akan merepotkan administrator dan tidak menutup kemungkinan ISP akan
merugi atau pendapatannya berkurang. Dengan sistem ini pengguna dapat
menggunakan hotspot di tempat yang berbeda-beda dengan melakukan autentikasi
ke sebuah RADIUS server.
RADIUS merupakan suatu protokol yang dikembangkan untuk proses AAA
(authentication, authorization, and accounting.)
Berikut ini adalah RFC (Request For Comment) yang berhubungan dengan
RADIUS [2]:
RFC2865 : Remote Authentication Dial-In User Service (RADIUS)
RFC 2866 : RADIUS Accounting
RFC 2867 : RADIUS Accounting for Tunneling
RFC 2868 : RADIUS Authentication for Tunneling
RFC2869 : RADIUS Extensions
RFC 3162 : RADIUS over IP6
RFC 2548 : Microsoft Vendor-Specific RADIUS Attributes
Pada awal pengembangannya, RADIUS menggunakan port 1645, yang ternyata
bentrok dengan layanan “datametrics”. Sekarang, port yang dipakai RADIUS
adalah port 1812 [3].
Struktur Paket Data RADIUS

Struktur paket data RADIUS pada Gambar 1 terdiri dari lima bagian, yaitu:
1. Code
Code memiliki panjang adalah satu oktet, digunakan untuk membedakan tipe
pesan RADIUS yang dikirimkan pada paket. Kode-kode tersebut (dalam
desimal) ialah:
1 Access-Request
2 Access-Accept
3 Access-Reject
4 Accounting-Request
5 Accounting-Response
11 Access-Challenge
12 Status-Server
13 Status-Client
255 Reserved
2. Identifier
Memiliki panjang satu oktet, bertujuan untuk mencocokkan permintaan.
3. Length
Memiliki panjang dua oktet, memberikan informasi mengenai panjang paket.
4. Authenticator
Memiliki panjang 16 oktet, digunakan untuk membuktikan balasan dari
RADIUS server, selain itu digunakan juga untuk algoritma password.
5. Attributes
Berisikan informasi yang dibawa pesan RADIUS, setiap pesan dapat
membawa satu atau lebih atribut. Contoh atribut RADIUS: nama pengguna,
password, CHAP-password, alamat IP access point(AP), pesan balasan. 

24 Maret 2010

Avira 10 Siap Diunduh

Versi 10 Avira AntiVir kini siap diunduh. Selain merombak tampilan, perusahaan antivirus asal Jerman ini juga hadir dengan jurus keamanan terbaru.

Pada peluncurannya kali ini pengguna tak hanya bisa mencicipi antivirus gratis dengan Avira AntiVir Personal, namun juga Avira AntiVir Professional, dan Avira Premium Security Suite.

Kata Pak Dirk Knop, Avira Technical Editor, pengguna Avira nantinya dapat bergabung dengan komunitas Avira, dan mengirim sampel file asing berbahaya untuk diteliti lebih lanjut.
Versi terbaru dari Avira AntiVir ini memiliki fitur baru yang memungkinkan kemampuan Generic Repair. Dengan kemampuan tersebut, Avira tak hanya menghapus virus, trojan atau malware, namun juga memperbaiki kerusakan akibat malware tersebut.

Kata Pak Dirk juga proses instalasi hanya berjalan dengan tiga kali klik saja. Selain dua fitur tersebut, Avira juga memiliki fitur parental control yang sebaiknya dimanfaatkan para orangtua, untuk memantau aktivitas anak-anak mereka di internet.





Bagi yang berminat dapat mengunduh ketiga versi Avira pada link berikut:
- Avira AntiVir Personal 
- Avira Premium Security Suite
- Avira AntiVir Professional 10 

Dikutip dari detikInet (24/03/2010)

15 Februari 2010

Unduhan

16 November 2009

Lumpur Lapindo Akhirnya Difilmkan

Masyarakat dunia, termasuk Indonesia, tidak lama lagi dapat menyaksikan sebuah film dokumenter tentang tragedi bencana Lumpur Lapindo, Mud Max.

Film yang diproduksi Immodicus SA dan Arizona State University School of Earth and Space Exploration itu diluncurkan pada Jumat (13/11) malam di Scottsdale, Arizona.

Peluncuran yang berlangsung di Hotel Mondrian itu dilanjutkan dengan diskusi panel beberapa ahli geologi tentang fenomena lumpur panas yang mulai menyembur di lahan eksplorasi minyak dan gas PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 29 Mei 2006 itu.

Mud Max mengungkap berbagai fakta menyangkut kasus tersebut dari segi keilmuwan, ekonomi, kemanusiaan dan politik.

Dalam Mud Max, dimunculkan pendapat bertentangan dari sejumlah ahli tentang penyebab munculnya lumpur, apakah kejadian alam atau kesalahan manusia.

Dalam diskusi panel, Juru Bicara Immodicus SA, Avian Tumengkol, mengatakan film Mud Max tidak diarahkan untuk menentukan apakah semburan lumpur itu merupakan bencana alam atau akibat dari kesalahan manusia.

"Film ini untuk memberi pemahaman, temuan-temuan dan pandangan-pandangan dari kedua pihak. Tujuan film ini adalah untuk memberi kesempatan kepada publik menentukan pemikiran dan pemahaman mereka sendiri untuk menyimpulkan mana yang benar," kata Avian.

Menurut Produser Eksekutif Mud Max, Chris Fong, beberapa stasiun televisi asing telah menyatakan tertarik untuk memutar film berdurasi 47 menit itu..

"Metro TV di Indonesia juga menyatakan minatnya untuk menayangkan film ini," katanya.

Kontroversi adalah faktor utama yang membuat Chris Fong tertarik memproduksi film soal kasus lumpur Lapindo. "Audien akan tertarik dengan kontroversi. Saya lihat isu ini ternyata lebih rumit dan unsur politisnya demikian kuat," ujar Chris.

Permasalahan yang demikian rumit sempat membuat ia sendiri kehilangan kesabaran. "Saya benar-benar hampir menyerah karena sulit sekali mendapatkan jawaban-jawaban," cetusnya.

Namun, film tersebut akhirnya dapat diselesaikan setelah melewati berbagai riset selama satu tahun dan wawancara dengan berbagai sumber.

Komentar dan keterangan dirangkum dari berbagai pihak, termasuk dari para korban dampak luapan lumpur, pemerintah daerah, pihak PT Lapindo Brantas, Walhi dan BP Migas.

Di bagian akhir tayangan, Mud Max menaruh catatan tentang keputusan Mahkamah Agung pada Mei 2009, PT Lapindo Brantas dibebaskan dari tuduhan dan pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab penanggulangan banjir lumpur di Sidoarjo dari Lapindo Brantas.

Bagian itu juga mengungkapkan kecenderungan bahwa kontroversi soal Lumpur Lapindo akan terus berlanjut, demikian pula perbedaan pendapat di kalangan pakar tentang penyebab luapan lumpur di Sidoarjo.

Mud Max melaporkan bahwa simposium tentang lumpur Lapindo yang diadakan London Geological Society dan American Association of Petroleum Geologists (AAPG) Oktober 2008, misalnya, tidak dapat membuktikan pembenaran ilmiah tentang penyebab menyemburnya lumpur.

Sebelumnya menurut catatan media, simposium yang diadakan di Cape Town, Afrika Selatan, itu diakhiri dengan pemungutan suara karena pendapat-pendapat yang disampaikan para ahli tentang penyebab lumpur Lapindo sangat bertentangan.

Pemungutan suara yang diikuti oleh 74 ahli perminyakan dunia menunjukkan bahwa 42 ilmuwan mendukung teori bahwa pengeboran ladang Banjar Panji 1 di Sidoarjo yang dilakukan oleh Lapindo Brantas merupakan penyebab menyemburnya lumpur.

Tiga ilmuwan setuju dengan pendapat bahwa semburan lumpur pada 29 Mei 2006 itu disebabkan gempa bumi yang mengguncang Yogyakarta dua hari sebelumnya.

Enam belas ilmuwan menganggap bukti-bukti yang disampaikan para pakar pembicara tidak meyakinkan; dan 13 ilmuwan lainnya mendukung pendapat bahwa luapan lumpur merupakan kombinasi dampak dari terjadinya gempa bumi serta pengeboran di ladang eksplorasi.

Menurut Chris Fong, Mud Max dengan naskah versi Bahasa Indonesia akan diluncurkan di Indonesia pada Januari 2010.

Air Ditemukan di Bulan

Sungguh mengejutkan hasil eksperimen penembakan proyektil yang dilakukan badan antariksa AS (NASA) ke permukaan Bulan belum lama ini. Betapa tidak, meski hanya menghasilkan lubang kecil, tembakan tersebut menyebabkan sekitar 25 galon atau hampir 100 liter air muncrat dari permukaan Bulan dalam bentuk es dan uap air.

"Kami menemukan air. Dan kami tidak hanya menemukan dalam jumlah sedikit. Kami menemukan kandungan yang signifikan," ujar Anthony Colaprete, ilmuwan NASA saat mengumumkan hal tersebut, Jumat (13/11). Temuan ini semakin meyakinkan para ilmuwan bahwa Bulan makin cocok dijadikan tempat tinggal alternatif bagi manusia.

Kandungan air yang cukup besar akan memudahkan pembangunan fasilitas penelitian di Bulan seperti yang dicita-citakan selama ini. Selain untuk memenuhi kebutuhan air minum, air juga penting dalam pembuatan bahan bakar roket.

Untuk memperoleh bukti adanya air, NASA harus mengorbankan satelit Lunar Crater Observation and Sensing Satellite (LCROSS) yang diluncurkan bersama dengan misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) pada 18 Juni 2009. LRO menempatkan diri di orbit Bulan, sedangkan LCROSS memisahkan diri dan melenting beberapa kali ke orbit Bulan dan Bumi untuk meningkatkan kecepatannya hingga melesat seperti peluru sebelum menumbuk Bulan.

Setelah melakukan perjalanan selama 113 hari dengan menempuh jarak 9 juta kilometer, LCROSS kemudian menghunjam ke permukaan Bulan. Sebelum menabrakkan diri, sebuah roket bernama Centaur lebih dulu dilepaskan untuk menghasilkan efek tabrakan ganda berselang empat menit. Tabrakan yang diarahkan ke sebuah kawah Cabeus dekat kutub selatan Bulan itu menghasilkan muncratan setinggi hampir dua kilometer.

Ini memang bukan kabar pertama penemuan air di Bulan. Pada misi-misi sebelumnya pernah terungkap adanya kemungkinan kandungan hidrogen yang merupakan unsur penting pembentuk air di kawah-kawah Bulan dekat kutubnya dalam bentuk padat. Pada September 2009, sebuah kajian ilmiah juga menyimpulkan bahwa tanah Bulan mengandung elemen air.

NASA: Bumi Tidak Akan Kiamat pada 2012

Apakah benar pada 21 Desember 2012 nanti Bumi akan semengerikan itu?

Jangan khawatir. Badan Antariksa AS (NASA) bilang apa yang terlihat di film 2012 takkan terjadi dalam waktu dekat.

"Tidak ada hal buruk yang terjadi di Bumi pada 2012. Planet kita baik-baik saja untuk lebih dari 4 miliar tahun mendatang, dan para saintis yang kredibel di seluruh dunia tahu bahwa tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012," demikian pernyataan NASA terkait kekhawatiran kiamat pada 2012.

Masih tidak percaya? Dalam film 2012, asteroid raksasa menghantam Bumi dan merusak semuanya. Namun, NASA menegaskan, tidak ada planet asing yang sedang menuju Bumi kita.

NASA menuturkan, Bumi selalu selalu menjadi sasaran komet dan asteroid meskipun hantaman yang besar sangat jarang terjadi. Tubrukan besar terakhir terjadi pada 65 juta tahun lalu yang memusnahkan dinosaurus.

Saat ini astronom NASA tengah mengerjakan proyek Spaceguard Survey untuk menemukan apakah ada asteroid besar di dekat Bumi yang akan menghantam. Saat ini NASA menyimpulkan bahwa tidak ada ancaman asteroid sebesar yang pernah mengantam dinosaurus.

"Semua pekerjaan ini dilakukan secara terbuka dan penemuan-penemuan diposting setiap hari di website Kantor Program NASA NEO, jadi Anda bisa melihat bahwa tidak ada satu pun yang diprediksi menghantam Bumi pada 2012," ujar NASA.

NASA lalu menjelaskan tentang munculnya prediksi kiamat pada 21 Desember 2012 itu. Diungkapkannya, kisah itu dimulai dari klaim bahwa Niburu, sebuah planet yang diduga ditemukan oleh Bangsa Sumeria, tengah melaju menuju Bumi. Bencana awalnya diprediksi datang pada Mei 2003. Namun karena tidak ada yang terjadi pada hari yang ditentukan itu, prediksi kiamat beralih ke Desember 2012. Kemudian dihubungkanlah dengan kisah berakhirnya sistem penanggalan suku Maya kuno pada musim dingin 2012 dan diprediksi tanggal kiamat jatuh pada 21 Desember 2012.

"Ingatkah pada kekhawatiran Y2K pada tahun 2000? Itu datang dan pergi tanpa kekacauan karena perencanaan dan analisis yang mumpuni pada situasi itu. Film dengan special effect yang mengesankan, 21 Desember 2012, takkan menjadi akhir dunia seperti yang kita tahu," ujar NASA.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger